Kamis, 14 Maret 2013

Kemendikbud Antisipasi Kebocoran Soal UN dengan 3 Langkah

Jelang pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada 15 April mendatang, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengaku telah mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik. Saat ini, persiapan UN memasuki tahap pencetakan soal.
"Persiapan UN jalan terus. Saat ini sudah diumumumkan enam percetakan pemenang untuk mencetak naskah UN. Tinggal menunggu gugurnya bintang pada DIPA, baru bisa melakukan kontrak," ujar Kabalitbang Kemendikbud Khairil Anwar, Kamis (14/3/2013).
Setiap tahun, kebocoran soal menjadi kasus yang kerap mewarnai pelaksanaan UN. Untuk itu, Khairil mengaku akan terus mengawasi pelaksanaan UN yang jujur dan bersih demi meningkatkan kredibilitas UN.
"Kebocoran soal selalu menjadi perhatian kami. Dari tahun ke tahun kami perbaiki mekanisme pelaksanaan UN agar kredibilitas UN meningkat dari waktu ke waktu," tuturnya.
Khairil menyebut, untuk mengantisipasi adanya kebocoran soal maka pihaknya akan melakukan tiga cara. Pertama, meningkatkan peran perguruan tinggi sebagai pengawas dalam pelaksanaan distribusi soal.
"Peran perguruan tinggi ditingkatkan untuk membantu mengawasan distribusi soal sampai titik simpan terakhir. Kedua, jumlah paket/jenis soal ditingkatkan dari lima soal pada tahun lalu menjadi 20 soal pada tahun ini," ungkap mantan Dekan Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA) Institut Pertanian Bogor (IPB) itu.
Langkah ketiga untuk mengatasi kebocoran soal adalah penggabungan antara soal dan lembar jawaban UN (LJUN). "Tahun ini LJUN dan soal disatukan dan diikat dengan barcode," imbuhnya.
Dengan adanya langkah-langkah pencegahan tersebut, Khairil optimistis jika UN kali ini dapat berlangsung dengan jujur. Apalagi, lanjutnya, jika berkaca pada pengalaman tahun lalu, berbagai laporan yang menyebutkan adanya indikasi kebocoran soal tidak terbukti.
"Tahun yang lalu ada pengaduan kebocoran. Tapi setelah ditindaklanjuti ke lapangan maupun hasil analisis jawaban siswa tidak bisa dikonfirmasi," kata Khairil. (KoranFB, 14/3/13)

0 komentar:

Posting Komentar

Loading

 
Design by Dian Cakra Wiyatama